Aliran Air Kehidupan






ALIRAN AIR KEHIDUPAN

Mengalirlah....mengalirlah kemana pun jua.. Biarlah air kehidupan mengaliri bumi dan memberi kesegaran kepada segala makhluk yang berdiam di bumi ini. Betapa nikmat kesegaran air itu menghapuskan dahaga akan kebimbangan perjalanan hidup ini.

Anakku, air kehidupan ilahi itu pun turut mengalir dalam dirimu. Yaitu kasih sayang Tuhan kepadamu. Kasih sayang bermanifestasikan dalam bentuk rupa yang elok, tubuh yang sehat, pikiran yang bijak, budi yang halus, kelimpahan materi, serta “RASA” yang dapat mengenal ilahi penciptamu.


Sebuah “RASA” yang tidak dapat dilihat, tidak dapat dibayangkan, namun mengalir jelas di dalammu sebagai tanda engkau adalah bagian tak terpisahkan dari rupa penciptamu.
“RASA” itu membimbingmu mengenal kebaikan maupun keburukan, budi dan karma, serta mendengar bisikan lembut Ilahi di dalam relung hatimu yang terdalam.
“RASA” itulah sebagai sarana Tuhan untukmu mengenal keinginan hati-Nya.
Ketika Ia menciptakan dunia ini dan dirimu, Ia menginginkan kasih sayang-Nya ada di setiap makhluk ciptaannya dan bumi sebagai tempat tinggal ananda.

Aliran kasih sayang-Nya menjadi air kehidupan yang tak pernah putus kemana pun perginya air tersebut mengalir.

Anakku, Tuhan sangat mengharapkan aliran air kehidupan itu tidak putus padamu, Ia sangat mengharapkan aliran itu juga mengalir kembali ke tempat lain.

Ananda adalah pipa tempat-Nya mengalirkan air kehidupan itu kepada makhluk lainnya. Semakin sering ananda mengalirkan air kehidupan itu kepada yang lain, sekiranya Tuhan pun akan senang hati-Nya dan akan memperbesar kapasitas pipa tersebut yang tentunya semakin besar pula air kehidupan yang ananda dapatkan kelak.

Namun, apabila ananda  kikir tuk berbagi air kehidupan itu dan menolaknya dengan menutup rapat pipa itu,  bahkan ananda pun justru mengambil paksa air kehidupan sesamamu, sekiranya Tuhan pun akan murka dan wadah air kehidupanmu itu akan disumbat hingga air itu meluap hilang tak berbekas tanpa dapat ananda nikmati, dan  Tuhan juga akan membiarkan para penyamun (Iblis,setan,kejahatan) mengambil air tersebut daripadamu hingga ananda kekeringan.

Meskipun saat ini ananda masih berupa pipa kecil, hendaknya semakin gemarlah ananda rajin mengalirkan air kehidupan ilahi tersebut bagi sesamamu manusia dan makhluk ciptaan lainnya. Niscaya, Tuhan pun akan berbangga kepadamu dan segera memperbesar pipa tersebut bahkan hingga akhirnya ananda pun akan dibentuk menjadi telaga air kehidupan yang membolehkan yang lain menikmati air kehidupan tersebut dengan puas.

Bermurah hatilah anakku,

Sebagaimana Tuhan telah mengasihimu, kasihilah sesamamu. Tuhan tidak pernah membedakan kasih sayang-Nya kepadamu, tidak baiklah pulalah dirimu membeda-bedakan sesamamu.

Sebagaimana Tuhan telah banyak mengampunimu, ampuni pulalah sesamamu, bukan hakmu menghakimi yang lain apalagi mengaku-aku sebagai komite eksekutif Tuhan di dunia ini.

Sebagaimana Tuhan telah memberimu banyak berkat materi, berbagilah jugalah kepada mereka yang kekurangan.

Sebagaimana Tuhan telah memberimu kelegaan dan perlindungan, perbuat jugalah demikian kepada mereka yang dalam ketakutan dan penuh kekhawatiran.

Sebagaimana Tuhan telah memberimu pengetahuan, kebijaksanaan dan hati yang lembut, ajarlah yang lain dengan penuh kasih sayang untuk melepaskan mereka dari kebodohan duniawi ini.
Dan,

Sebagaimana Tuhan telah menjadi teladan kebaikan di dalam hidupmu, jadilah saksi kebaikan itu dengan menjadi teladan kasih sayang Tuhan di dalam dunia ini melalui kepribadian dan semua sikap-sikapmu.

Sebab apa yang ananda tanam, itu yang ananda akan tuai.
Tanamlah kebaikan, biarlah air kehidupan ilahi menjadi penyuburnya agar kebaikan itu pun berbuah lebat kelak.

Eling lan waspodo

Semar Ngejawantah

penulis : Maranatha Marpaung



Tidak ada komentar:

Posting Komentar