KEBAHAGIAAN ITU BERSYUKUR AKAN KEMATIAN
Anakku tersayang, (Ananda)
Aku telah banyak melihat kehidupan demi kehidupan sejak masa lampau
hingga saat ini. Suka & duka, terang-gelap, hitam-putih, benar-salah, serta hidup maupun kematian. Semua bermula dari kosong, kembali ke dalam kekosongan.
Dengarkanlah aku, ya aku sang hikmat kebijaksanaan. Yang gemar memberitahumu
akan pengetahuan yang tidak ananda ketahui sebelumnya, yang gemar menemanimu
dengan keindahan lantunan alam semesta yang penuh makna ketika ananda membuka
hati terhadapku.
Dengarkanlah aku yang berseru kepadamu, yang telah menjadi
saksi atas banyaknya kejatuhan manusia karena kebebalan dan kebodohan mereka
sendiri. Serta yang melihat betapa bahagianya juga mereka yang takut akan Tuhan
dan memberi ananda anugerah dengan kehadiranku.
Ketika hidup itu bermula dari sebuah kekosongan dan demikian
pula akan kembali menjadi kosong, untuk apakah ananda berusaha keras mengisinya
dengan hal-hal yang sia-sia yang akan ananda tinggalkan kelak?
Lihatlah mereka yang selalu berpikir, “seperti aku hidup
saat ini seperti itu pula aku adanya dalam dunia kematian”. Adakah ketenangan
di hati mereka? Selalu sibuk memikirkan apa yang belum dirasakan oleh mereka
sendiri, itukah kebahagiaan?
Mereka hidup, tapi mereka sebenarnya mereka sedang menapaki KEMATIAN yang tak
berujung. Apa yang ananda dapat saat ini, itu akan ananda lepaskan juga kelak. Untuk
apakah ananda hidup hanya mencari kematian saja?
Matilah untuk hidup, sebab barangsiapa mempertahankan
hidupnya maka ia akan mendapatkan kematian, namun barangsiapa mematikan
hidupnya sendiri, akan mendapatkan kehidupan.
Mungkin ananda akan bimbang, apa maksud dari kata-kataku
ini?
Ya, anakku sayang.. Engkau bermula dari sebuah roh suci dari
Yang Agung penciptamu. Terbalutkan keindahan rupa dan fisik yang terbuat dari
tanah yang tidak abadi. Rohmu abadi, tapi tubuhmu tidaklah demikian. Ketika
tubuh yang tidak abadi itu telah usang dan habis masa berlakunya, roh ananda
akan kembali kepada Dia yang menciptakanmu.
Namun, tidaklah semua roh itu dapat langsung kembali ke nirvana yang agung. Mengapa? Tubuhmu dibekali nafsu, pikiran, serta unsur-unsur kedagingan yang berharmoni dengan rohmu yang dapat mempengaruhi satu sama lain.
Namun, tidaklah semua roh itu dapat langsung kembali ke nirvana yang agung. Mengapa? Tubuhmu dibekali nafsu, pikiran, serta unsur-unsur kedagingan yang berharmoni dengan rohmu yang dapat mempengaruhi satu sama lain.
Roh yang sulit kembali adalah roh yang masih mempunyai
keterikatan dengan tubuhnya(duniawi) dan Roh tersebut akan tetap tinggal di
dalam dunia hingga kiamat tiba. Itulah kematian yang sebenarnya.
Sebuah Rahasia yang Agung akan kuberitahukan kepadamu anakku
sayang.
MATILAH DALAM HIDUPMU!
Roh yang akan kembali, adalah roh yang bersih tanpa
keterikatan duniawi/badaniah. Roh yang dapat mengalahkan semua unsur kedagingannya.
Roh yang selama berada di dalam tubuh kasarnya, selalu mendapatkan makanan
rohani yang terbaik sehingga sehat dan elok rupanya.
Untuk mendapatkan hal tersebut, ananda harus mampu mematikan
semua nafsu kedagingan yang dapat menghambat roh ananda lekas menyatu
dengan-Nya yang agung kelak.
Hindarilah segala hal yang mengotori roh tersebut. Jadilah
bijaksana, jadilah takut akan Tuhan, jagalah kata-katamu, jagalah hati dan
pikiranmu, jagalah keinginanmu, dan matikanlah salah satu yang paling berbahaya
bagi dirimu yaitu EGOmu. Karena EGOmu adalah sumber terbesar dosa yang akan
mengikatmu dalam banyak kemelekatan dunia.
Ketika ananda telah dapat BERSYUKUR mencapai “KEMATIAN”
tersebut, itulah KEBAHAGIAAN SEJATI.
Ia yang tidak terikat dengan semua yang melekat pada dirinya sendiri, adalah
manusia yang paling bahagia di dalam dunia ini.
Ia yang dapat merendahkan hatinya dengan melepaskan semua beban
EGO-nya, akan mendapatkan kebahagiaan yang takkan ternilai oleh hal apapun
di dunia ini.
Ia yang dapat bersyukur karena telah benar-benar Mati dalam
kehidupan, ialah manusia yang paling dicintai oleh Tuhannya.
MATILAH DALAM HIDUPMU, BERSYUKURLAH KARENA KEMATIAN
TERSEBUT, ITU AWAL MULANYA PINTU SURGA AKAN TERBUKA UNTUKMU!
Salam hangat, cinta dan kasih sayangku untukmu Anakku
tersayang,
Dari Hikmat Kebijaksanaan
Eling lan waspodo
Semar ngejawantah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar